Subscribe:

Pages

Jumat, 20 Januari 2012

Daun Sirsak, Sang Pembunuh Sel Kanker

KANKER menjadi momok banyak orang di seluruh dunia hingga kini. Saat banyak penelitian dilakukan untuk menemukan obat kanker terbaik, buah sirsak ternyata menyimpan keunggulan ini.

Beberapa waktu lalu, Taman Wisata Mekarsari mengadakan demo pengolahan daun sirsak yang diberikan secara gratis kepada pengunjung untuk ke-12 kalinya. Kegiatan bertujuan memberikan informasi bagaimana mengolah sirsak dengan baik untuk dijadikan obat alternatif membunuh sel kanker.

Selain melihat langsung demo pengolahan daun sirsak, pengunjung juga bisa melakukan tanya jawab seputar pengobatan kanker secara herbal dan disuguhkan pengetahuan menarik mengenai seluk beluk budidaya tanaman sirsak dan pengolahan daun untuk obat herbal penyakit kanker. Penasaran bagaimana sirsak mampu menjadi pembunuh sel kanker?

Setiap bagian sirsak bermanfaat

Nama sirsak berasal dari bahasa Belanda “zuur zak”, artinya buah yang asam. Bagian tanaman mulai bunga, daun, buah, biji, kulit, dan akar dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional.

Pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic, pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). Senyawa ini memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan pengobatan kanker saat ini, antara lain membunuh kanker secara efektif dan aman, tanpa menyebabkan rasa mual dan muntah serta tanpa kehilangan berat badan maupun kerontokan rambut dalam jumlah besar.

Daun sirsak diketahui mengandung zat annonaceous acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker, seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru, payudara, dan pankreas bahkan penyakit ambeien tanpa merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute, Amerika Serikat.

”Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi olahan daun sirsak sebagai pengobatan terhadap kanker atau tumor, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau herbalis tempat Anda selama ini melakukan pengobatan. Sebab, dikhawatirkan Anda mempunyai alergi terhadap sirsak atau obat yang selama ini Anda konsumsi berefek terbalik dengan senyawa dalam daun sirsak,” jelas Stefanus, herbalis dari Herbacure, dalam pemaparannya.

Cara pengolahan

Lebih lanjut, Stefanus dan Darmawan Tri Wibowo, ahli budidaya tanaman sirsak dari Taman Wisata Mekarsari memaparkan cara pengolahan daun sirsak untuk herbal pencegah kanker, berikut ini:

1. Pada pengobatan kanker, daun sirsak (10-15 lembar) direbus dengan 3 gelas air (600 cc) hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Pada saat merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panci yang terbuat dari tanah liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air rebusan diminum selagi hangat setiap hari,  pagi atau sore hari selama 3-4 pekan.

”Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya dimulai dari daun ke-4 atau ke-5 dari ujung pucuk. Hal ini dikarenakan pada daun yang terlalu muda, senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada daun yang tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang,” terang Darmawan.

2. Selain teknik pengolahan di atas, secara umum terdapat pengolahan lain daun sirsak, yaitu dengan memanfaatkan daun sirsak kering 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan membutuhkan waktu 1-1,5 jam saja, jadi lebih cepat prosesnya dibanding cara di atas. Proses pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan akan merusak  senyawa  dalam daun sirsak.

”Daun sirsak kering memiliki senyawa yang tetap sama dengan daun sirsak basah karena yang berkurang dalam proses pengeringan hanya kadar airnya. Sementara, senyawa dalam daun tetap terjaga. Penyimpanan daun sirsak dalam lemari pendingin maksimal sepekan sejak pemetikan karena proses pendinginan yang lama dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun selain aroma daun yang tidak enak karena proses fermentasi,” papar Darmawan.

3. Konsumsi daging buah sirsak segar (150-250 gr/hari) dengan mengolahnya menjadi jus atau dimakan langsung sangat disarankan. Daging buah sirsak selain sebagai penambah energi (pada umumnya penderita kanker/tumor kondisi badanya lemas /lesu) juga kaya serat yang sangat membantu proses pengeluaran sel-sel kanker yang telah mati akibat penyembuhan oleh senyawa acetogenins.

Ekskresi sel kanker yang mati  bisa melalui keringat, urine, dan feses sehingga umumnya terapi menggunakan herbal daun sirsak sebagai pengobatan akan berefek hangat/panas pada bagian tubuh yang sakit, sering kencing, dan berkeringat deras. Cepat lambatnya reaksi tubuh terhadap penggobatan atau efek samping pengobatan berbeda pada setiap orang dipengaruhi oleh faktor, seperti usia, ketahanan tubuh penderita, tingkat stadium kanker/tumor, dan jenis kanker atau tumornya.

4. Pengolahan daun sirsak lainnya yaitu dengan cara memblender 3-5 lembar daun sirsak basah dengan menambahkan ¼ gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata.

Tutup wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk diambil airnya dan minum selagi hangat.

Bila tidak ada blender, pengolahan daun sirsak bisa juga dengan cara digerus menggunakan cobek dengan teknik pengolahan yang sama dengan cara diblender.

”Pengolahan dengan cara diblender atau digerus tidaklah semaksimal ekstraksi senyawa daun sirsak dibandingkan dengan teknik pertama (perebusan daun basah) dan teknik kedua (perebusan daun kering), tetapi lebih efisien. Hasil olahan pada kedua teknik umumnya beraroma langu yang cukup menyengat. Untuk menekan aromanya bisa ditambahkan sedikit perasan buah nanas atau buah lain yang lebih disukai. Dan jangan menambahkan gula aren murni, madu, atau gula pasir bila rasanya tidak Anda sukai, karena sudah melalui proses kimiawi,” terang Stefanus.

Reaksi pengobatan

Reaksi pengobatan menggunakan olahan daun sirsak umumnya bereaksi setelah 3-7 hari setelah pengobatan secara rutin 3 kali sehari meskipun ada juga yang baru bereaksi setelah 1 bulan konsumsi rutin.

”Bila reaksi tidak ada, cek kembali secara detail, mulai dari pemilihan alat dan bahan, teknik pengambilan daun, cara pengolahan, bahkan teknik konsumsinya apakah rutin atau tidak, karena semua merupakan satu kesatuan yang wajib dipenuhi agar hasilnya maksimal,” saran Stefanus.

Ia menambahkan, cek kondisi penyakit Anda sebelum pengobatan dan periksa kembali dua pekan setelah pengobatan untuk melihat sejauh mana reaksi pengobatan dengan metode ini. Bila tidak ada pengaruh selama dua bulan konsumsi, padahal sudah menjalankan pengolahan dengan benar, maka pengobatan dengan olahan daun sirsak ini bisa ditingggalkan.

”Untuk penderita maag yang khawatir asam lambungnya naik karena konsumsi  buah sirsak yang agak asam, sebaiknya mengonsumsi buah 1 jam setelah makan. Bila menderita sakit maag yang cukup akut, konsumsi buahnya bisa dilakukan dengan cara mengukus daging sirsak terlebih dahulu agar rasa asam berkurang,” tutup Stefanus.

sumber : www.okezone.com

Rabu, 17 Agustus 2011

Noni

Noni is a basic type of plant found in forests in Malaysia and ASEAN countries to another. Botanical name Morinda citrifolia L. Noni shoots should also be made side dish. This point is also used as traditional ubat. Morinda citrifolia fruit identified by various names follow the state. For example "Noni" (Hawaii, Polynesia); "Nono" (Tahiti); "Pepper" (Guam); "Indian Mulberry" (India); "Painkiller Tree" (Caribbean Islands); "Nhau" (Sebahagian in Southeast Asia) ; 'Cheesefruit "(Australia);" Bumbo "(African) and" "Kura" (Fiji). In Malaysia There are two species of Noni, Noni namely large and small Noni (Morinda elliptica). Principal refers to herbaceous plant trunked renek soft. On the subject of herbs have a habit of the stem is soft and watery. Principles of herbs have long been used by the Malays and Chinese as ubat material or energy boosters. Young shoots or leaves Morinda high foods contain adequate efficacy. In each portion that may contain adequate food: water 89.1 grams (g), protein 3.9 g, 0.6 g fat, 2.2 g carbohydrates, fiber 3.og, calcium 114 milligrams (mg), phosphorus 14 mg, 2.8 mg ferum, sodium 18 mg, 234mg potassium, carotene 3619 mcg, 603 mcg of vitamin A, vitamin B1 1.5 mg, niacin 1.0 mg B2 0:32 mg vitamin C 115 mg. The leaves measuring 15-25 centimeters (sm) in length, 60-10 sm wide and light green. The flowers are small, cerombong shape, white, grow in flower heads. The fruit longitude, 50-10 sm long, 2-4 sm wide creamy. The contents lembik and berjus when ripe, contain adequate seed lots. Noni leaves have a sharp small, measuring 12-17 sm long and 3-4 sm wide. The fruit is small, measuring 2 - 2.5 sm long and 1 - 1.5 sm wide, blackish color when ripe.

Mengkudu


Pokok Mengkudu merupakan sejenis tumbuhan yang terdapat di hutan Malaysia serta di negara-negara ASEAN yang lain. Nama botaninya Morinda citrifolia L.
Pucuk Mengkudu juga boleh dibuat ulam. Pokok ini juga digunakan sebagai ubat tradisional.
Buah mengkudu dikenali dengan pelbagai nama mengikut negara. Contohnya "Noni" (Hawaii, Polinesia); "Nono" (Tahiti); "Lada" (Guam); "Indian Mulberry" (India); "Painkiller tree" (Kepulauan Caribbean); "Nhau" (Sebahagian di Asia Tenggara); "Cheesefruit" (Australia); "Bumbo" (Afrika) dan ""Kura" (Fiji). Di Malaysia Ada dua spesies mengkudu, iaitu mengkudu besar dan mengkudu kecil (Morinda elliptica ).
Pokok herba merujuk kepada tumbuhan renek berbatang lembut. Pada kebiasaannya pokok herba mempunyai batang yang lembut dan berair. Pokok-pokok herba telah lama digunakan oleh orang-orang Melayu dan Cina sebagai bahan ubat atau penguat tenaga.
Pucuk atau daun muda mengkudu mengandungi khasiat makanan tinggi. Dalam tiap-tiap bahagian yang boleh dimakan mengandungi: air 89.1 gram (g), protein 3.9 g, lemak 0.6 g, karbohidrat 2.2 g, serat 3.o g, kalsium 114 miligram (mg), fosforus 14 mg, ferum 2.8 mg, natrium 18 mg, kalium 234mg, karotena 3619 ug, vitamin A 603 ug, vitamin B1 1.5 mg, B2 0.32 mg niasin 1.0 mg vitamin C 115 mg.
Daunnya berukuran 15 - 25 sentimeter (sm) panjang, 6 - 10 sm lebar dan berwarna hijau muda. Bunganya kecil, bentuk cerombong, berwarna putih, tumbuh di kepala bunga. Buahnya bujur, 5 - 10 sm panjang , 2 - 4 sm lebar berwarna putih kekuningan. Isinya lembik dan berjus apabila masak, mengandungi biji yang banyak.
Mengkudu kecil mempunyai daun yang runcing, berukuran 12 - 17 sm panjang dan 3 - 4 sm lebar. Buahnya kecil, berukuran 2 - 2.5 sm panjang dan 1 - 1.5 sm lebar, berwarna kehitaman apabila masak.